“Kami bukan mau terkenal,” kata seorang tokoh masyarakat
Tak ada lagi anak putus sekolah. Mereka mengembangkan pupuk organik dari limbah dapur, urin sapi, dan kompos daun. Di bidang pangan, Waworoko menjadi desa percontohan ketahanan pangan berbasis ekosistem lokal. Inovasi teknologi juga merambah desa ini. Bahkan, ribuan pohon ditanam dalam gerakan “Hijaukan Waworoko”. Waworoko juga membuktikan bahwa desa bisa maju tanpa mengorbankan akar budaya. Anak-anak bisa belajar malam, ibu-ibu mengolah hasil tani hingga larut, bahkan ada yang membuka usaha sabun herbal dari minyak kelapa lokal semua berkat energi yang stabil. Tradisi musyawarah adat digunakan untuk mengelola lahan pertanian secara adil.