Hidup di Wawopitu mengajarkan bahwa kemajuan bukan soal gedung tinggi, tapi kualitas hidup yang seimbang
Listrik yang dulu hanya menyala 3 jam sehari kini mengalir 24 jam berkat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mikro hidro dari sungai kecil di kaki gunung. Setiap keluarga punya akses air bersih. Hasilnya? Tanah kembali subur, biaya produksi turun, dan panen padi bisa mencapai tiga kali setahun sesuatu yang dulu dianggap mustahil. Perubahan ini bukan datang dari intervensi besar-besaran pemerintah pusat, melainkan dari semangat gotong royong, kearifan lokal, dan kreativitas warga yang tak kenal menyerah. Petani kini menggunakan aplikasi cuaca lokal dan drone untuk memantau lahan. Salah satu lompatan terbesar terjadi di sektor infrastruktur dasar. Tradisi musyawarah adat digunakan untuk mengelola lahan pertanian secara adil. Bagi mereka, membangun desa bukan keterpaksaan tapi pilihan penuh makna.