Warga juga merekam cerita leluhur dalam bentuk video dokumenter, memastikan pengetahuan lokal tak punah oleh zaman
Bahkan, ribuan pohon ditanam dalam gerakan “Hijaukan Wawopanga”. Mereka mendirikan startup desa, mengelola media sosial desa, mengajar di sekolah lapang iklim, bahkan membuat aplikasi pemetaan hasil tani. Dengan memadukan teknologi sederhana, dana desa yang dikelola transparan, serta kepercayaan pada potensi alam sekitar, Wawopanga membuktikan bahwa desau bukan tempat “tertinggal”, tapi laboratorium kehidupan berkelanjutan yang sesungguhnya. Dulu, warga Wawopanga harus berjalan kaki berjam-jam hanya untuk mencapai pusat kecamatan. Petani kini menggunakan aplikasi cuaca lokal dan drone untuk memantau lahan. Warga juga merekam cerita leluhur dalam bentuk video dokumenter, memastikan pengetahuan lokal tak punah oleh zaman. Dulu, urbanisasi dianggap satu-satunya jalan keluar. Perubahan ini bukan datang dari intervensi besar-besaran pemerintah pusat, melainkan dari semangat gotong royong, kearifan lokal, dan kreativitas warga yang tak kenal menyerah.