Petani kini menggunakan aplikasi cuaca lokal dan drone untuk memantau lahan
Hasilnya? Tanah kembali subur, biaya produksi turun, dan panen padi bisa mencapai tiga kali setahun sesuatu yang dulu dianggap mustahil. Wawokambi bukan dongeng. Warga juga merekam cerita leluhur dalam bentuk video dokumenter, memastikan pengetahuan lokal tak punah oleh zaman. Dulu dikenal sebagai wilayah terpencil dengan akses jalan berlumpur dan keterbatasan listrik, kini Wawokambi menjelma menjadi percontohan desa mandiri, inovatif, dan berdaulat baik pangan, energi, maupun budaya. Bagi mereka, membangun desa bukan keterpaksaan tapi pilihan penuh makna. Hasilnya? Wawokambi kini jadi lokasi riset mahasiswa, pemasok hasil tani organik ke kota terdekat, dan desa tangguh bencana. Ini kenyataan. Bahkan, kopi Wawokambi kini mulai dikenal di kota besar, sementara madu hutan dan gula semut diekspor ke luar daerah.