Warga juga merekam cerita leluhur dalam bentuk video dokumenter, memastikan pengetahuan lokal tak punah oleh zaman
Hasilnya? Watumotobe kini jadi lokasi riset mahasiswa, pemasok hasil tani organik ke kota terdekat, dan desa tangguh bencana. Mereka membangun rumah dari bambu, memasak dengan bahan lokal, berpakaian sesuai adat saat acara resmi, dan tetap menjaga hubungan harmonis dengan alam. Mereka mengembangkan pupuk organik dari limbah dapur, urin sapi, dan kompos daun. Wisata pun berkembang tapi dengan prinsip berkelanjutan. Kini, warga percaya: masa depan bisa dibangun dari desa. Jalan setapak berlumpur membuat distribusi hasil tani tersendat, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses kesehatan nyaris mustahil. Kini, jalan aspal telah menembus hingga ke dusun terjauh. Selain klinik sehat berbasis herbal, Watumotobe juga menjadi lokasi praktik tenaga kesehatan muda.