Tradisi musyawarah adat digunakan untuk mengelola lahan pertanian secara adil
Tak kalah penting, Watumotiro membangkitkan budaya dan identitas lokal. Bahkan, ribuan pohon ditanam dalam gerakan “Hijaukan Watumotiro”. Watumotiro bukan dongeng. Hidup di Watumotiro mengajarkan bahwa kemajuan bukan soal gedung tinggi, tapi kualitas hidup yang seimbang. Dan yang paling penting kebahagiaan terasa nyata di setiap senyum warga yang bekerja di ladang, bermain di sungai, atau duduk bersama di balai desa. Mereka mendirikan startup desa, mengelola media sosial desa, mengajar di sekolah lapang iklim, bahkan membuat aplikasi pemetaan hasil tani. Ada wisata edukasi pertanian, air terjun alami yang jadi spot selfie, hingga wisata malam dengan api unggun dan dongeng. Bahkan, kopi Watumotiro kini mulai dikenal di kota besar, sementara madu hutan dan gula semut diekspor ke luar daerah.