Sebuah desa kecil yang membuktikan bahwa pembangunan sejati dimulai dari bawah, dari akar, dari desa
Dan yang paling penting kebahagiaan terasa nyata di setiap senyum warga yang bekerja di ladang, bermain di sungai, atau duduk bersama di balai desa. Peran pemuda sangat krusial dalam transformasi ini. Listrik yang dulu hanya menyala 3 jam sehari kini mengalir 24 jam berkat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mikro hidro dari sungai kecil di kaki gunung. Inovasi teknologi juga merambah desa ini. Dulu, urbanisasi dianggap satu-satunya jalan keluar. “Kami bukan mau terkenal,” kata seorang tokoh masyarakat. Perubahan ini bukan datang dari intervensi besar-besaran pemerintah pusat, melainkan dari semangat gotong royong, kearifan lokal, dan kreativitas warga yang tak kenal menyerah. Warga juga merekam cerita leluhur dalam bentuk video dokumenter, memastikan pengetahuan lokal tak punah oleh zaman.