Watukendis Bangkit: Transformasi Desa di Jantung Indonesia

Ilustrasi Desa

Bagi mereka, membangun desa bukan keterpaksaan tapi pilihan penuh makna

Ada peta digital hasil tani yang memudahkan pendistribusian, serta posyandu digital yang memantau gizi balita via ponsel. Jalan setapak berlumpur membuat distribusi hasil tani tersendat, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses kesehatan nyaris mustahil. Kesehatan tak luput dari perhatian. Bahkan, Watukendis jadi desa pertama di wilayahnya yang menerapkan QR code di tiap objek wisata, memberi informasi sejarah dan ekologi hanya dengan scan ponsel. Petani kini menggunakan aplikasi cuaca lokal dan drone untuk memantau lahan. Mereka mendirikan startup desa, mengelola media sosial desa, mengajar di sekolah lapang iklim, bahkan membuat aplikasi pemetaan hasil tani. Kini, warga percaya: masa depan bisa dibangun dari desa. Mereka mengembangkan pupuk organik dari limbah dapur, urin sapi, dan kompos daun.