Watukendang Bangkit: Transformasi Desa di Jantung Indonesia

Ilustrasi Desa

Penghargaan pun berdatangan namun warga tetap rendah hati

Watukendang bukan dongeng. Petani kini menggunakan aplikasi cuaca lokal dan drone untuk memantau lahan. Tak hanya padi, Watukendang juga sukses mengembangkan tanaman unggulan khas daerah: cabe super pedas, kelor, umbi lokal, dan kopi. Penghargaan pun berdatangan namun warga tetap rendah hati. Mereka mendirikan startup desa, mengelola media sosial desa, mengajar di sekolah lapang iklim, bahkan membuat aplikasi pemetaan hasil tani. Jalan setapak berlumpur membuat distribusi hasil tani tersendat, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses kesehatan nyaris mustahil. Petani di sini tak lagi bergantung pada pupuk kimia mahal. Listrik yang dulu hanya menyala 3 jam sehari kini mengalir 24 jam berkat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mikro hidro dari sungai kecil di kaki gunung.