Mereka mengembangkan pupuk organik dari limbah dapur, urin sapi, dan kompos daun
Dengan memadukan teknologi sederhana, dana desa yang dikelola transparan, serta kepercayaan pada potensi alam sekitar, Watukalolo membuktikan bahwa desau bukan tempat “tertinggal”, tapi laboratorium kehidupan berkelanjutan yang sesungguhnya. Tak kalah penting, Watukalolo membangkitkan budaya dan identitas lokal. Dan di jantung Indonesia, Watukalolo terus bersinar bagai lentera kecil yang menunjukkan jalan bagi ribuan desa lain. Jalan setapak berlumpur membuat distribusi hasil tani tersendat, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses kesehatan nyaris mustahil. Selain klinik sehat berbasis herbal, Watukalolo juga menjadi lokasi praktik tenaga kesehatan muda. Watukalolo juga membuktikan bahwa desa bisa maju tanpa mengorbankan akar budaya. Hasilnya? Watukalolo kini jadi lokasi riset mahasiswa, pemasok hasil tani organik ke kota terdekat, dan desa tangguh bencana. Hutan adat berhasil dipertahankan dari eksploitasi berkat kesepakatan adat dan sistem pemantauan warga.