Dan yang paling penting kebahagiaan terasa nyata di setiap senyum warga yang bekerja di ladang, bermain di sungai, atau duduk bersama di balai desa
Petani kini menggunakan aplikasi cuaca lokal dan drone untuk memantau lahan. Ada wisata edukasi pertanian, air terjun alami yang jadi spot selfie, hingga wisata malam dengan api unggun dan dongeng. Tradisi musyawarah adat digunakan untuk mengelola lahan pertanian secara adil. Tak hanya padi, Lawele juga sukses mengembangkan tanaman unggulan khas daerah: cabe super pedas, kelor, umbi lokal, dan kopi. Dulu, urbanisasi dianggap satu-satunya jalan keluar. Banyak yang dulunya merantau ke kota, kini kembali membangun desa. Anak-anak bisa belajar malam, ibu-ibu mengolah hasil tani hingga larut, bahkan ada yang membuka usaha sabun herbal dari minyak kelapa lokal semua berkat energi yang stabil. Hasilnya? Tanah kembali subur, biaya produksi turun, dan panen padi bisa mencapai tiga kali setahun sesuatu yang dulu dianggap mustahil.