Lawatema Bangkit: Transformasi Desa di Jantung Indonesia

Ilustrasi Desa

Kini, jalan aspal telah menembus hingga ke dusun terjauh

Hutan adat berhasil dipertahankan dari eksploitasi berkat kesepakatan adat dan sistem pemantauan warga. Di bidang pangan, Lawatema menjadi desa percontohan ketahanan pangan berbasis ekosistem lokal. Semua ini berkat pelatihan kewirausahaan, kemasan menarik, dan akses ke pasar digital melalui pasar online desa. Hasilnya? Tanah kembali subur, biaya produksi turun, dan panen padi bisa mencapai tiga kali setahun sesuatu yang dulu dianggap mustahil. Dulu, urbanisasi dianggap satu-satunya jalan keluar. Anak-anak bisa belajar malam, ibu-ibu mengolah hasil tani hingga larut, bahkan ada yang membuka usaha sabun herbal dari minyak kelapa lokal semua berkat energi yang stabil. Bahkan, kopi Lawatema kini mulai dikenal di kota besar, sementara madu hutan dan gula semut diekspor ke luar daerah. Sebuah desa kecil yang membuktikan bahwa pembangunan sejati dimulai dari bawah, dari akar, dari desa.