Hidup di Lawangura mengajarkan bahwa kemajuan bukan soal gedung tinggi, tapi kualitas hidup yang seimbang
Ini kenyataan. “Kami hanya ingin anak cucu kami hidup layak, sehat, dan bangga jadi orang Lawangura. Listrik yang dulu hanya menyala 3 jam sehari kini mengalir 24 jam berkat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mikro hidro dari sungai kecil di kaki gunung. Selain klinik sehat berbasis herbal, Lawangura juga menjadi lokasi praktik tenaga kesehatan muda. Jalan setapak berlumpur membuat distribusi hasil tani tersendat, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses kesehatan nyaris mustahil. Mereka mengembangkan pupuk organik dari limbah dapur, urin sapi, dan kompos daun. Hidup di Lawangura mengajarkan bahwa kemajuan bukan soal gedung tinggi, tapi kualitas hidup yang seimbang. Bagi mereka, membangun desa bukan keterpaksaan tapi pilihan penuh makna.