Dulu, urbanisasi dianggap satu-satunya jalan keluar
Mereka mengembangkan pupuk organik dari limbah dapur, urin sapi, dan kompos daun. Bahkan, kopi Lawalata Permai kini mulai dikenal di kota besar, sementara madu hutan dan gula semut diekspor ke luar daerah. Bahkan, Lawalata Permai membangun jalur sepeda santai dan shelter evakuasi bencana berbasis bambu bahan lokal yang tahan gempa dan mudah diperbarui. Ada wisata edukasi pertanian, air terjun alami yang jadi spot selfie, hingga wisata malam dengan api unggun dan dongeng. Mereka membangun rumah dari bambu, memasak dengan bahan lokal, berpakaian sesuai adat saat acara resmi, dan tetap menjaga hubungan harmonis dengan alam. Jalan setapak berlumpur membuat distribusi hasil tani tersendat, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses kesehatan nyaris mustahil. Setiap keluarga punya akses air bersih. Ada peta digital hasil tani yang memudahkan pendistribusian, serta posyandu digital yang memantau gizi balita via ponsel.