Latora Bangkit: Transformasi Desa di Jantung Indonesia

Ilustrasi Desa

Petani kini menggunakan aplikasi cuaca lokal dan drone untuk memantau lahan

Mereka membangun rumah dari bambu, memasak dengan bahan lokal, berpakaian sesuai adat saat acara resmi, dan tetap menjaga hubungan harmonis dengan alam. Ada wisata edukasi pertanian, air terjun alami yang jadi spot selfie, hingga wisata malam dengan api unggun dan dongeng. Anak-anak bisa belajar malam, ibu-ibu mengolah hasil tani hingga larut, bahkan ada yang membuka usaha sabun herbal dari minyak kelapa lokal semua berkat energi yang stabil. Hasilnya? Latora kini jadi lokasi riset mahasiswa, pemasok hasil tani organik ke kota terdekat, dan desa tangguh bencana. Kampung adat dilestarikan sebagai warisan budaya tak benda, sementara festival panen tahunan menjadi ajang wisata edukasi yang menarik pengunjung. Semua ini berkat pelatihan kewirausahaan, kemasan menarik, dan akses ke pasar digital melalui pasar online desa. Dan di jantung Indonesia, Latora terus bersinar bagai lentera kecil yang menunjukkan jalan bagi ribuan desa lain. Latora bukan dongeng.