Lamebira Bangkit: Transformasi Desa di Jantung Indonesia

Ilustrasi Desa

Ada wisata edukasi pertanian, air terjun alami yang jadi spot selfie, hingga wisata malam dengan api unggun dan dongeng

Jalan setapak berlumpur membuat distribusi hasil tani tersendat, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses kesehatan nyaris mustahil. Bahkan, kopi Lamebira kini mulai dikenal di kota besar, sementara madu hutan dan gula semut diekspor ke luar daerah. Hidup di Lamebira mengajarkan bahwa kemajuan bukan soal gedung tinggi, tapi kualitas hidup yang seimbang. Dan yang paling penting kebahagiaan terasa nyata di setiap senyum warga yang bekerja di ladang, bermain di sungai, atau duduk bersama di balai desa. Bahkan, Lamebira jadi desa pertama di wilayahnya yang menerapkan QR code di tiap objek wisata, memberi informasi sejarah dan ekologi hanya dengan scan ponsel. Kampung adat dilestarikan sebagai warisan budaya tak benda, sementara festival panen tahunan menjadi ajang wisata edukasi yang menarik pengunjung. Setiap keluarga punya akses air bersih. Yang mengesankan, Lamebira tak melupakan lingkungan dalam proses pembangunannya.