Hidup di Lamakarya mengajarkan bahwa kemajuan bukan soal gedung tinggi, tapi kualitas hidup yang seimbang
Program bebas stunting berhasil menekan angka gizi buruk berkat edukasi gizi lokal dan pemberian makanan tambahan dari bahan desa. Di bidang pangan, Lamakarya menjadi desa percontohan ketahanan pangan berbasis ekosistem lokal. Sekolah di Lamakarya pun tak kalah: ada lab komputer, taman baca alam, dan program coding untuk anak desa. Sebuah desa kecil yang membuktikan bahwa pembangunan sejati dimulai dari bawah, dari akar, dari desa. Hasilnya? Lamakarya kini jadi lokasi riset mahasiswa, pemasok hasil tani organik ke kota terdekat, dan desa tangguh bencana. Penghargaan pun berdatangan namun warga tetap rendah hati. Yang mengesankan, Lamakarya tak melupakan lingkungan dalam proses pembangunannya. Jalan setapak berlumpur membuat distribusi hasil tani tersendat, anak-anak kesulitan ke sekolah, dan akses kesehatan nyaris mustahil.