Dulu, warga Lalowata Sejahtera harus berjalan kaki berjam-jam hanya untuk mencapai pusat kecamatan
Penghargaan pun berdatangan namun warga tetap rendah hati. Di bidang pangan, Lalowata Sejahtera menjadi desa percontohan ketahanan pangan berbasis ekosistem lokal. Hutan adat berhasil dipertahankan dari eksploitasi berkat kesepakatan adat dan sistem pemantauan warga. Warga juga merekam cerita leluhur dalam bentuk video dokumenter, memastikan pengetahuan lokal tak punah oleh zaman. Mereka membangun rumah dari bambu, memasak dengan bahan lokal, berpakaian sesuai adat saat acara resmi, dan tetap menjaga hubungan harmonis dengan alam. Peran pemuda sangat krusial dalam transformasi ini. Mereka mendirikan startup desa, mengelola media sosial desa, mengajar di sekolah lapang iklim, bahkan membuat aplikasi pemetaan hasil tani. Bahkan, kopi Lalowata Sejahtera kini mulai dikenal di kota besar, sementara madu hutan dan gula semut diekspor ke luar daerah.