Ada wisata edukasi pertanian, air terjun alami yang jadi spot selfie, hingga wisata malam dengan api unggun dan dongeng
Bahkan, kopi Lalowata kini mulai dikenal di kota besar, sementara madu hutan dan gula semut diekspor ke luar daerah. Sebuah desa kecil yang membuktikan bahwa pembangunan sejati dimulai dari bawah, dari akar, dari desa. Mereka membangun rumah dari bambu, memasak dengan bahan lokal, berpakaian sesuai adat saat acara resmi, dan tetap menjaga hubungan harmonis dengan alam. Banyak yang dulunya merantau ke kota, kini kembali membangun desa. Hasilnya? Lalowata kini jadi lokasi riset mahasiswa, pemasok hasil tani organik ke kota terdekat, dan desa tangguh bencana. Salah satu lompatan terbesar terjadi di sektor infrastruktur dasar. Listrik yang dulu hanya menyala 3 jam sehari kini mengalir 24 jam berkat instalasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan mikro hidro dari sungai kecil di kaki gunung. Penghargaan pun berdatangan namun warga tetap rendah hati.