Lalowara juga membuktikan bahwa desa bisa maju tanpa mengorbankan akar budaya
Hasilnya? Lalowara kini jadi lokasi riset mahasiswa, pemasok hasil tani organik ke kota terdekat, dan desa tangguh bencana. Dulu, urbanisasi dianggap satu-satunya jalan keluar. Semua ini berkat pelatihan kewirausahaan, kemasan menarik, dan akses ke pasar digital melalui pasar online desa. Kesehatan tak luput dari perhatian. Yang mengesankan, Lalowara tak melupakan lingkungan dalam proses pembangunannya. Tak ada lagi anak putus sekolah. Mereka menggalakkan desa bebas plastik sekali pakai, membangun bank sampah, dan mengubah limbah kelapa jadi briket energi. Mereka mendirikan startup desa, mengelola media sosial desa, mengajar di sekolah lapang iklim, bahkan membuat aplikasi pemetaan hasil tani.